When Choleric Meets Sanguine

‘Choleric meets Sanguine, itu kita’

Katamu kemarin lusa

Aku langsung terpana

Menatapmu diam seribu bahasa

Baiklah jadi kau sudah menyadarinya

Bahwa kita berbeda, sangat berbeda

Aku yang suka  bercanda, dan kau sangat suka menata kata

Ketika aku bilang bahwa hidup ikut alur saja, kau tak terima dan berkata kitalah yang mengendalikannya

Terlalu banyak perbedaan jika harus kutuliskan semuanya

‘indah yaaaa’ kau pun melanjutkannya

Aku kembali menatapmu, masih dengan diam seribu bahasa

‘iyaaa …kita, apa kamu sama sekali tidak merasakannya?”

“saat aku begitu tertekan memikirkan target yang tak ada habisnya, kau datang dan membuatku tersadar bahwa bahagia tak hanya soal materi dan dunia, membuatku kembali tersenyum dan tertawa, begitu pula sebaliknya ”

“aah itu kan karangan kamu saja”

Defenseku tak mau mengakuinya, tapi dalam hati membenarkannya

Lalu kita sama-sama tertawa

Membayangkan kejutan warna-warna yang kelak akan menyapa kita

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s