Mulutmu Harimaumu…

Benar kalau ada yang bilang pengalaman adalah guru yang berharga, entah itu pengalaman kita ataupun pengalaman orang lain. Itu sebabnya saya sangat suka berinteraksi dengan orang lain (meskipun ada kalanya saya juga butuh sendiri … ini bukan kontroversi hati, kemunafikan internal apalagi statusisasi harmonisasi labil ekonomi atau semacamnya lho ya), selalu saja ada cerita mereka yang membuat saya tertawa terbahak-bahak, lalu terdiam, kemudian merenung dan pada akhirnya tertidur pulas tersenyum.
Karena hidup itu selalu penuh warna, memang tak selalu warna ceria, terkadang hanya hitam kelam saja, berganti putih dalam kedipan mata, lalu kembali pink bak hati gadis remaja. Semuanya sah sah saja. Saya suka ketika warna warna itu termanifestasi dalam cerita. Melihat si pencerita yang kembali pada dimensi waktu yang disebut ‘masa lalu’ namun dengan emosi jiwa yang tak lagi ‘terpaku pada masa lalu’ tetapi tetap seru karena ‘aroma masa lalu’ itu akan tetap menyatu. Hanya amnesia saya rasa yang bisa memisahkan masa lalu dengan si empunya. Jadi jangan pernah bertanya bagaimana caranya melupakan masa lalu karena itu hanya sia sia. Masa lalu adalah bagian dari diri kita dan akan tetap ada selamanya. Kalau mau tidak terbebani ya berdamailah dengan masa lalu, rubah apa yang masih bisa dirubah dan terima dengan lapang dada apa yang sudah tidak bisa dirubah. Satu lagi, selesaikan unfinished business sehingga kita bisa tenang melangkah menuju puncak gemilang cahaya mengukir cita seindah asa *ost AFI*). Satu hal yang pasti, masa lalu itu selalu berarti, masa lalu itu pembentuk kita di masa kini, berterimakasihlah pada masa lalu … lebih tepatnya berterimakasihlah pada sang Pemilik Waktu yang telah mempercayakan kita untuk menjalaninya.
The lesson learned on that weekend is pengalaman salah satu senior saya, kata dia, “Kamu kalau ngomong hati hati, jangan sembarangan karena ucapan adalah Do’a”… mak jleb jleb ini buat saya, karena saya tipe orang yang ngomong dulu baru dipikir dan makan dulu baru berdoa…hahahaa… *tobaaaat dong Mbull*. Saya masih ingat ketika dia cerita satu hal yang mungkin awalnya hanya celetukan biasa, sebuah ungkapan gejolak jiwa yang berbalut harapan yang mungkin tak disengaja yang sepertinya diaminin Malaikat dan dikabulkan sang Maha Segala Maha. Tak ada yang tak mungkin bagiNya.

Kurang lebihnya seperti ini *ini versi yang telah ditambah dengan bumbu sedimikian banyaknya bahkan berganti alur cerita*.  Senior saya, si X dekat dengan si Y, awalnya hanya sahabatan biasa (mau disebut TTM atau HTS juga boleh terserah imajinasi anda). Karena selalu bersama sama si X tak sadar perasaannya yang sebenarnya, termasuk waktu si Y bilang, “kenapa kita tidak jadian saja?” yang si X anggap hanya bercanda dan lalu ya sudahlah mereka melanjutkan hidup seperti biasa tanpa ada ikatan apa apa.  Namun ketika pada akhirnya berpisah karena (anggap saja)  si Y harus ke luar angkasa, di mana di luar angkasa nda ada pak pos yang nganterin surat, kabel telepon, signal Wifi buat internetan gratisan, GPRS buat chat apalagi 3G buat skype-an komunikasi pun terhambat. Rasa rindu menjalar ke tiap sel dalam raga, tiap ruas dalam jiwa. Si X nda tahan lalu curhat ke teman nya, “kalau nanti si Y balik dan ngajak saya buat jadian lagi saya nda bakal bilang nda, pasti saya terima heww hewww hewww”. Nah lhoooo…..dan beberapa tahun kemudian ketika si X sedang dekat dan terikat dengan orang lain, tiba tiba si Y itu datang kembali dan teng teng teng….seperti harapan si X sebelumnya…..dia ngajak jadian lagi dan si X menjadi diam seribu bahasa tak tahu harus berkata apa, karena situasi tak lagi sama meskipun di hati masih tersimpan rasa #eaaaaaaa. Masalahnya sekarang  tak hanya menyangkut dua hati, tapi ada satu hati tak berdosa dan tak tahu apa apa yang ikut terlibat di dalamnya. Apa yang terjadi selanjutanya silakan dikira-kira saja … terserah saja bagaimana enaknya. Hahahahaaaa….. intinya ‘mulutmu harimaumu’ sooo,,, be aware yaaaa guys dengan apa yang diucapkan.

arasssssoyoooooooooooooooooooooooooooooooooooooooh ^^

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s