Don’t Be Afraid To Be YOU

Ada pepatah kuno yang mengatakan bahwa tiada gading yang tak retak. Kumpulan kata-kata yang kelihatannya sangat sepele tetapi sebenarnya sangat bermakna. Pepatah ini mengajarkan pada kita bahwa di dunia ini tak ada satupun yang sempurna, begitupula dengan diri kita. Namun, bagaimana cara kita memandang keadaan yang ada pada diri kita itulah yang terpenting. Tak mungkin orang lain mau menerima kita jika kita sendiri tidak dapat menerima keadaan diri kita sendiri. Kita tak perlu menggunakan topeng dan berpura-pura agar orang lain bisa menerima keadaan kita. Yang kita perlukan adalah kejujuran dan keyakinan bahwa dibalik kekurangan kita ada kelebihan yang dapat membuat kita berharga. Mungkin hal ini bukanlah hal yang mudah, tetapi bukan hal yang mustahil untuk dilakukan. 

C360_2015-11-29-14-25-33-056[1].jpg

Menurut Louise Hay, pengarang buku You Can Heal Your Life, bercermin dapat merefleksikan kembali perasaan yang jujur tentang diri kita. Carl Jung, seorang psikiater, menyebut topeng itu dengan istilah persona, yaitu topeng yang digunakan seseorang untuk memenuhi tuntutan sosial. Tentu saja itu bukanlah dirinya yang sebenarnya, ia mengenakan topeng itu untuk membentuk kesan orang lain terhadap dirinya. Semakin lama ia menggunakan topeng itu ia mungkin akan semakin kehilangan identitas yang ada pada dirinya.

Tiba-tiba saya teringat dengan pepatah yang mengatakan bahwa di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung yang artinya dimana kita berada maka peraturan dan tata cara di tempat itulah yang harus diikuti,,, apakah ini berarti kita menggunakan persona??? karena seolah-olah kita dituntut untuk memenuhi apa yang telah menjadi kesepakatan sosial * milkysmilebingung*, tapi kalau menurut pemikiran saya, sejauh apa yang bisa saya tangkap dan pahami mengikuti peraturan itu tidak sama dengan menghilangkan identitas atau jati diri kita yang sebenarnya meskipun tujuannya mungkin sama yaitu agar kita diterima secara sosial. Gimana ya menjelaskannya,,,hmmh gini,,,aturan-aturan sosial yang ada kebanyakan tujuannya positif yaitu untuk mewujudkan ketertiban serta kedamaian dan jarang yang sampai melibatkan identitas diri kita. Misalnya di Jawa ada aturan tidak tertulis bahwa kalau melewati orang yang lebih tua sebaiknya membungkukkan badan…apakah membungkukkan badan akan melukai identitas kita??? Apakah kita akan rugi atau luka apabila melakukannya?? saya  rasa tidak akan. 

 

Berbeda halnya dengan apabila kita berada di pergaulan yang secara sosial menuntut kita untuk ‘berubah gaya hidup’ misalnya, dalam hal ini kita seharusnya bisa menjadi diri kita sendiri dengan mengatakan ‘tidak’ karena memang kita berprinsip demikian. Jangan hanya karena kita ingin diterima dalam pergaulan kita lalu menjadi seperti yang orang lain inginkan apabila hal itu  tidak bermanfaat bagi kita. Bahkan mungkin sebenarnya orang lain tidak menginginkan hal itu, kita melakukannya karena kita tak ingin terlihat kalah di depan orang tersebut. Atau contoh Ilustrasinya seperti ini sebenernya kita tidak suka music jenis x tapi karena temen-temen gandrung banget kita jadi berusaha (baca : memaksakan diri) untuk suka tuh music. Cari infolah, beli kasetnya, hanya untuk bisa masuk dan menjadi yang paling tahu tentang music tersebut padahal sebenarnya kita sama sekali tidak menikmati music kayak gitu. Siapa dong yang rugi??? Photobucket Kita sendiri tentunya. Beda kasus kalau memang kita benar-benar tertarik ya…kalau itu mah monggo mawon :).

Satu hal yang harus kita inget bahwa ketika kita berteman dengan orang lain tidak semua aspek dalam kehidupan orang itu harus kita ikuti sehingga orang itu bisa nyambung dengan kita dalam segala hal tapi kalau iya dan itu terjadi dengan sendirinya saya rasa tidak ada masalah yang penting kedua belah pihak sama-sama fun. Bisa aja berbeda selera dalam jenis music tapi mungkin satu selera dalam hobi memasak. Perbedaan juga indah kaaaan, bisa saling melengkapi malah. Klo kata Si Nino dalam film TV cinta Rock n Roll, alunan music yang terdiri dari berbagai macam nada akan lebih indah daripada yang terdiri hanya dari satu nada. Lewat itulah kita malah bisa mengembangkan diri kita dan tentunya kita tetep akan jadi diri kita sendiri.

.Photobucket

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s