Lebih dari sekedar nilai

Dua semester, ternyata tak selama yang saya bayangkan. Dua semester, terasa cukup singkat ketika banyak yang harus dikerjakan. Dua semester, bagi saya itu hari-hari penuh tawa dan tangis yang bergantian…. *banyakan ketawanya sih 🙂 Dua semester saya belajar menerima keadaan. Allah telah begitu baik membuat saya sadar akan banyak hal secara perlahan. Bagaimana caranya menyeimbangkan…

Konflik oh konflik!

Konflik….konflik….dan konflik… my world is full of conflict syalalalaaaan *drama queen mode on* … bukan cuma hidup saya, saya yakin, hidup Anda pasti juga tidak lepas dari konflik bukan, entah konflik dengan kolega, keluarga atau bahkan dengan diri kita sendiri. Nah loooo!!! Konflik adalah salah satu dinamika kehidupan yang pasti pernah dialami oleh tiap individu…

It’s Okay

Yeah yeah yeah yeah yeah it’s okay yeah yeah yeah yeah yeah it‘s okay come on yeah yeah yeah (hey hey hey) baby girl baby girl baby girl (it’s okay) how do i say I love you? (It’s okay) neoman gyeote isseumyeon nan mwodeunji da gwaenchanha ojik neoreul wihaeseo naemodeungeol da julgeoya it‘s alright arajwo…

Cause He give what I need, not what I want

Helloooo fellas, I’m back….   Ngomongin soal kerjaan saya yang baru sebagai anak kuliahan, hmmm menyambung postingan sebelumnya, jujur saja sampai saat ini saya belum yakin sama diri saya sendiri. Let’s say saya masih adaptasi. Saya selama ini terlalu terlena dengan ahjussi ahjussi Korea yang tampan dan menawan hati, jadi ketika dicekokin rumus statistika apalagi buku…

Selamat Datang Cemas :)

Bismillah, cuma itu yang bisa saya ucapkan saat ini. Perjalanan yang saya tahu tak akan mudah untuk dijalani. Euforia telah mendapatkan beasiswa pun berakhir dengan sendirinya. Selamat datang cemas 🙂 Saya tahu kamu tak mudah untuk ditaklukan, tapi saya percaya kita bisa berkawan! Satu demi satu akan kita hadapi secara perlahan, satu demi satu kita…

Bukan Anti Mainstream

Teman    : Kamu nggak nonton Konser *******? Saya       : Nggak Teman    : Kenapa? Sudah nggak suka Korea lagi? Saya       : Masih kok … Teman    : Dasaaaar….!!! Anti mainstream ya kamu… Saya       : ????? Cukup singkat, padat, akurat dan membuat kepala menggeleng berat. Tidak pernah terbayangkan sebelumnya kalau Korean Wave bakal…

Menanti Juni

(pic taken from here)   Suatu masa di bulan juni Dimana waktu seolah terhenti Sejenak, hening, sepi Terdiam memeluk mimpi Iya, saat itu memang bulan juni Dimana masih terasa hangatnya sang mentari Dan rintik hujan terkadang mengiringi Tak salah lagi memang di bulan juni Dua hati itu saling mengisi saling berbagi Menanti Juni demi Juni…

Say No to Sunday Night Syndrome

Ahahahaaaaay Hellooooo Universe Sudah pernah denger istilah Sunday Night Syndrome? atau bahkan pernah merasakannya? Perasaan cemas, takut, nda siap, depresi, uring-uringan bahkan psikosomatis ketika akan menghadapi hari Senin. Cmooooon lets true to our heart….. hahahaa. Saya???? Ok saya pernah bahkan sampai sekarang terkadang masih merasakannya, hanya saja saya berusaha untuk mengontrolnya dong *internal locus of control…

Karena hujan itu…

Karena hujan tak selalu soal air yang jatuh  ke permukaan. Rintikan dingin, berbanding terbalik dengan hangatnya perasaan. Karena hujan selalu menyimpan kenangan. Kisah waktu itu yang seolah takkan terlupakan. Karena hujan terkadang melenakan. Membawa kembali angan-angan ke dalam ingatan. Karena hujan itu hujan, yang bertandang perlahan, tanpa kepastian namun membawa harapan. Regards, Mbull

The Secrets

”The whole day goes like that, you know! The change of your emotions can change the entire day and life. If you start but having a good day and you’re in particular happy feeling, as long as you don’t allow something to change your mood, you are going to continue to attract it, by the…

When Choleric Meets Sanguine

‘Choleric meets Sanguine, itu kita’ Katamu kemarin lusa Aku langsung terpana Menatapmu diam seribu bahasa Baiklah jadi kau sudah menyadarinya Bahwa kita berbeda, sangat berbeda Aku yang suka  bercanda, dan kau sangat suka menata kata Ketika aku bilang bahwa hidup ikut alur saja, kau tak terima dan berkata kitalah yang mengendalikannya Terlalu banyak perbedaan jika…

Nikmati Saja

sekali ini saja, anggap saja tak ada yang namanya ‘seharusnya’. Cukup  kau nikmati realita tanpa banyak mempeributkan mengapa yang ‘seharusnya’ itu menjadi tiada. Karena kau hanya bisa berencana, tanpa tahu dimana usaha itu kan bermuara. Tapi tenang saja karena ada Sang Maha dari segala Maha yang tahu apapun yang terbaik bagi kita 😊